Selasa, 20 November 2012

Historitas/Sejarah Hubungan Agama dan Sains

Pola Konflik Agama dan Sains




(Masa Galileo / Abad ke-15 M)

Konflik antara agama dan sains telah dimulai sejak abad 15, ketika Galileo menentang paham geosentris (bumi merupakan pusat tata surya) yang dianut oleh gereja. Galileo dianggap mengingkari keyakinan agamanya (kristen). Galileo hanya bermaksud mentransfoermasikan sains  agar lebih bermanfaat bagi kehidupan.Ketaksesuaian agama dan sains berlanjut hingga masa sesudahnya (masa Newton / masa sains modern).

Transformasi Sains

Sejarah sains Eropa masa kebangkitan (abad 14 dan 15) mencatat bahwa sains muncul tidak hanya dalam rangka melepaskan hegemonik gereja sebagai institusi pemegang kekuasaan tertinggi, tetapi juga sebagai momentum transformasi sains ke dalam utilitas teknik (aplikasi nyata).

Sains Modern

Para ahli sejarah sepakat bahwa sejarah perkembangan sains modern beserta aplikasi teknologi yang ada sekarang diawali oleh Newton (mekanika klasik).
Mekanika klasik Newton berdampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan saat itu.
Konsep mekanika klasik Newton bersifat mekanistik deterministik (apabila kondisi awal dari sesuatu dapat ditentukan, maka kondisi berikutnya dapat diprediksi secara tepat).

Dampak Positif Paradigma Newton

Paradigma Newton

Revolusi Industri (Inggris, abad ke-17) dengan penemuan mesin tenun dan mesin cetak
Tahapan Industri
Mekanisasi (abad ke-17)
Energisasi (abad ke-18)
Optimalisasi (abad ke-18 s.d. ke-19)
Otomatisasi (abad ke-19 s.d. Ke-20)

Penciptaan Alam Semesta

Ada dengan tidak sendirinya
Sesuai dengan agama (alam semesta ada yang menciptakan)

Kehancuran Alam Semesta

Beberapa milyard tahun yang akan datang sesuai perhitungan waktu peluruhan neutron (inti atom)
Sesuai dengan agama (alam semesta tidak kekal)

Dampak Negatif Paradigma Newton

membentuk masyarakat yang sekularistik
mengabaikan nilai-nilai religiusitas (mengabaikan unsur Tuhan karena merasa dapat memprediksi apa yang akan terjadi)

Puncak Konflik Agama dan Sains

Charles Darwin pada abad ke-19 memunculkan bukunya The Origin of Species (hanya dengan ‘menjejer dan mengurutkan’ tulang tengkorak berusaha menghubungkan secara evolusioner)
Temuan Darwin semakin memicu ketidakharmonisan hubungan antara ilmuwan (orang yang menekuni sains) dan agamawan (orang yang mendalami nilai dan ajaran Tuhan).

Masa Reda Konflik Agama dan Sains

Abad 20

Muncul paradigma baru dalam ilmu pengetahuan
mekanistik deterministik menjadi probabilistik relatifistik

Motor

Heissenberg dan Scrodinger (Teori Mekanika Kuantum)
Albert Einstein (konsep ruang-waktu dan energi)

Probabilistik relatifistik

Sesuatu memiliki banyak kemungkinan alternatif pemecahan persoalan
Melahirkan ilmu-ilmu baru seperti material science, mikro elektronika, kimia fisika kuantum, astrofisika, dll.

Perbedaan Paradigma dalam Konsep Energi-Ruang-Waktu

Newton

Massa materi adalah kekal, ada dengan sendirinya dari dulu hingga sekarang (teori Steady State), sehingga ruang dan waktu adalah entitas yang terpisah

Einstein

Ruang dan waktu adalah entitas yang terkait satu sama lain menjadi dimensi tersendiri yaitu dimensi ruang-waktu. Tanpa ada ruang maka tidak akan ada waktu

Hubungan Agama dan Sains pada Abad 21


Tidak ada komentar:

Posting Komentar